Feed on
Posts
Comments

Bagi para web developer, kehadiran HTML 5 tentu memberikan tantangan tersendiri. Hal tersebut tentunya karena adanya tawaran kemewahan dan kenyamanan yang disediakan oleh HTML 5.  Dari beberapa informasi yang saya baca mengenai HTML5, salah satunya adalah dukungan untuk video yang dapat dibangun langsung ke halaman Web tanpa membutuhkan sebuah plug-in seperti Flash Player. Raksasa Search Engine Google pun sudah mulai menerapkan HTML5 yaitu dengan membuat sistem operasi Chrome OS yang berbasis HTML. Apabila kita menggunakan browser yang sudah support HTML5 maka kita dapat melihat implementasi HTML 5 di Gmail, yaitu adanya fasilitas ‘Drag and Drop’ sehingga kita langsung dapat men-drag file attachment (penyerta) langsung dari desktop kita. Dari beberapa kemudahan dan fasilitas  yang ada pada HTML5 ternyata juga dijumpai adanya celah-celah keamanan yang kemungkinan dapat dieksploitasi.

HTML5 Cache Poisoning, Saya ambil dari http://samhacked.blogspot.com/2011/05/hacking-html-5.html, dengan metode cache programmable  yang digunakan HTML5, keuntungan dengan metode tsb, anda tetap dapat menelusuri web tsb meskipun koneksi time  out), tapi apa akibatnya ? hacker dapat melakukan cache poisoning (meracuni cache) dan memasang kode jahat untuk mencuri data anda.

www.darkpy.net/papers/Attacking.with.HTML5.pdf

Mohon maaf kali ini saya copas dari tulisan Bapak RHENALD KASALI,  dari Harian Seputar Indonesia, 17 Maret 2011, halaman 1 & 15

Bagaimana takjubnya dunia terhadap perilaku penduduk Jepang pasca musibah tsunami sudah banyak Anda baca. Dunia kagum dengan kedisiplinan dan kerukunan orang Jepang melewati masa-masa sulit.

Tak ada rebutan makanan, walaupun perut kosong atau anak menangis. Tak ada saling serobot lalu lintas, meski sudah lebih dari lima jam jalan tidak bergerak. Tak ada amarah atau komplain yang diucapkan, kendati listrik terus-menerus padam dan kereta api tak kunjung datang. Semua orang tahu bagaimana cara menahan diri. Apa yang membuat orangorang Jepang mampu menahan diri seperti itu?

Sumimasen

Setiap kali saya bersenggolan di Tokyo atau di Osaka yang padat, kata sumimasen menjadi begitu familier di telinga saya. Begitu cepat orang yang menyenggol mengucapkan kata tersebut yang berarti permisi  atau maafkan saya . Anak-anak di Jepang begitu cepat mengucapkan kata itu satu dengan lainnya, disertai anggukan kepala sebagai tanda respek. Selama beberapa kali melakukan kunjungan dan studi di Jepang, seingat saya hampir tidak pernah saya melihat orang Jepang berkelahi atau rebut mulut.

Bahkan saya tak pernah melihat orang-orang Jepang bertatap mata dengan tajam seperti yang sering kita saksikan saat remaja-remaja kita bertengkar.Tawuran? Ini apalagi. Praktis tidak terdengar. Di Anyer,
seorang teman yang membuka usaha rumah makan Jepang yang dilengkapi pijat sehat bercerita bahwa pelanggan-pelanggannya semula adalah para eksekutif Jepang yang sedang bertugas di sana.

Entah karena apa belakangan di sekitar Anyer datang pekerja asal Korea dan mereka secara beramai-ramai mendominasi tempat pijat. Tentu saja hal ini membuat pelanggan asal Jepang terdesak. Anda tahu apa yang
dilakukan keluarga asal Jepang yang terdesak itu? Mereka diam seribu bahasa dan memilih mundur perlahan-lahan. Tak ingin terlibat dalam keributan telah menjadi karakter penduduk Jepang.

Beberapa pemuda magang asal Indonesia yang saya temui di Osaka pada September tahun lalu bercerita bagaimana nilai-nilai itu dibangun di Jepang. Berbeda dengan di Tanah Air, katanya, di taman kanakkanak
mereka tidak diajari matematika. Lantas apa yang diajarkan?  Mencuci piring, mengepel, dan origami, hujarnya.  Satu lagi, kalau bersentuhan mereka harus cepat cepat bilang sumimasen, katanya. Berbeda dengan di Indonesia.

Taman kanak-kanak yang tak lain adalah tempat bermain telah berubah menjadi sekolah yang dilengkapi target yang luar biasa ambisius. Di pintu sekolah, ibu-ibu muda menggunjingkan pelajaran berhitung dengan membanggakan anak-anaknya yang katanya sudah pintar menghafal angka 1 sampai 100.

Sementara itu, stasiun televisi sangat getol menampilkan anak-anak pandai menghafal nama-nama negara atau bendera berbagai bangsa. Tak ada yang mempersoalkan anak-anak itu berbicara sambil mengunyah
makanan atau terduduk- tidur seenaknya. Kita telah lebih mengedepankan aspek kognitif ketimbang aspek psikomotorik yang menjadi pembentuk karakter yang penting.

SOP

Orang-orang Jepang bagi saya adalah sosok yang sangat menarik. Agak pemalu, sangat santun, dan bicaranya halus. Terkesan tidak ingin menonjolkan diri dan secara individu tidak begitu dominan. Namun, bila berada dalam sebuah tim mereka pun menunjukkan keperkasaan. Manajemen Jepang pada dasarnya adalah manajemen SOP (standard operating procedure). Apa pun juga mereka ingin standardisasikan. Prinsipnya semua harus dibuat tertulis, persis seperti filosofi ISO, hWrite what you do,and do what you write h(Tulis apa yang Anda kerjakan,dan kerjakan seperti yang tertulis).

Dengan modal SOP seperti itu Jepang membangun industrinya dengan detail, terencana, repetisi, dan terkoreksi melalui mekanisme kontrol. Setiap kali seseorang menemukan sebuah produk dari sebuah sampel yang diambil ada yang cacat, proses produksi pun dihentikan. Mereka memencet tombol, mesin berhenti, dan semua orang dalam satu line di pabrik segera masuk ruang rapat. Mereka menelusuri sebab-sebab dan memperbaikinya on the spot. Seorang bintang olahraga baseball Jepang mengatakan, Yang paling saya bosan bermain di sini adalah seringnya coach meminta time out.

Mereka rewel dan detail, tetapi hasilnya luar biasa. Cerita lain soal SOP dialami istri saya saat dia membeli kamera yang menjadi hobi anak kami. Dua jam dia berbicara dengan petugas hanya untuk meminta agar
kamera yang dibelinya dapat diganti pada bagian-bagian tertentu, ternyata tidak selesai-selesai.Pegawai KBRI yang menjemput kemudian memberi tahu kami: Di sini kalau Anda memesan makanan terimalah
sesuai menu. Kalau di Indonesia Anda bisa meminta pesanan makanan ditambahi cabai, kurangi lemak, tambahi jamur atau buat lebih asin, demikian mudah.

Di Jepang semua orang bekerja sesuai SOP dan menyesuaikan diri dengan masing-masing selera adalah masalah besar. Mungkin karena itu pulalah Bapak dan Ibu mengalami kesulitan untuk mengirim bantuan makanan, obat-obatan, pakaian, bahkan relawan kemanusiaan untuk membantu evakuasi para korban Tsunami di Jepang. Semua sudah ada SOP-nya dan standar mereka begitu tinggi.

Kontrol begitu ketat demi sebuah kesejahteraan. Namun apa pun yang terjadi, tetaplah menunduk, mohon ampun, dan berdoalah agar saudara-saudara kita yang terkena musibah di Jepang diberi kekuatan
dan semoga arwah para korban diberi ampunan. Kita juga berdoa agar musibah seperti itu menjauh dari Tanah Air.

RHENALD KASALI
Ketua Program MM UI

Kejadian ini sudah lama kira-kira 15 tahun yang lalu, dimulai dari pertemuan saya dengan seorang tokoh agama dan waktu itu sedang ada rencana untuk shooting (pengambilan gambar) di daerah kulonprogo suatu desa yang cukup miskin dan menjadi daerah epidemi malaria. Sang tokoh agama tersebut berkata “jangan sedikit pun membicarakan masalah agama dengan bule tersebut”. Nampaknya memang waktu itu akan ada tamu bule dari Belanda yang katanya juga “ATHEIS”, namun menjajikan dana jutaan untuk sebuah project LSM.

Ada kesempatan untuk sedikit ngobrol dengan si bule dengan bahasa Inggris, intinya dia berpendapat “sebaiknya bekerja keras kalau mau berhasil yaitu  dua tangan yang bekerja lebih baik dari seribu tangan yang berdoa “, pendapat yang kedua adalah jangan berdiskusi / berdebat soal agama. Yahhh begitulah saya mengiyakan saja semua pendapatnya, karena walaupun atheis si bule tersebut adalah utusan dari sebuah LSM di Belanda yang akan membantu sebuah LSM di YK.

Heem bekerja keras oke, berdoa juga oke pak ….aku jawab dalam hati.

Selintas ada obrolan dari sesorang bloger yang bangga bahwa “spammer tidak dapat menembus (memenuhi) halaman komenku” , saya pikir pernyataan tersebut kurang benar dan harus diluruskan. Selintas saya dengarkan pernyataan seorang bloger tersebut dia sudah memasang captcha dan spammer yang sering mampir tersebut sudah terblokir.

Apakah anda yakin usaha spammer akan berhenti sampai disitu ? Captcha memang menyulitkan, namun tidak sembarang captcha, bila captcha tidak dibuat dengan benar dan asal-asalan, maka spammer bisa dengan mudah menembusnya, karena biasanya captcha berupa sebuah kode dalam bentuk angka dan huruf yang ditampilkan dalam bentuk teks ataupun image, selain berbentuk gambar, captcha juga ada yang berbentuk suara.

Salah satu metode yang digunakan untuk menembus (membaca) captcha :

Optical Character Recognition (OCR), digunakan untuk mengubah gambar menjadi teks. Program OCR yang dapat digunakan untuk menembus captcha adalah GNU OCR, dengan sistem operasi linux. Seperti halnya mata manusia, GOCR hanya dapat membaca captcha dengan baik bila gambarnya tidak banyak gangguan.

CAPTCHAAD adalah sebuah metode baru untuk mencegah serangan spam dan registrasi otomatis dalam forum-forum internet. Metode (cara) yang digunakan Captchaad adalah dengan memutar sebuah iklan video dan pengakses harus menjawab pertanyaan yang ada dalam konten video tersebut. Komunitas lokalisten adalah salah satu yang telah  menggunakan metode captchaad, silakan anda kunjungi captchaad

SSO yang sesunguhnya bukan sekear SID (single id), artinya melalui sebuah portal (web portal) seorang pengguna (user) dapat melakukan sign in, dan selanjutnya dapat mengakses beberapa aplikasi (layanan) yang ada tanpa perlu melakukan sign in lagi. Dapat juga diartikan session yang terbentuk melalui proses login pada web portal atau salah satu aplikasi yang tercakup dalam SSO, sudah dapat mengakses layanan aplikasi yang ada.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam  keamanan aplikasi web, adalah authentication, dan authorization, sudah banyak kejadian pembobolan (deface) suatu aplikasi web karena adanya vulnerebility pada aplikasi login (autentikasi). Sehingga ide implementasi Single sign-on (SSO) setidaknya dapat digunakan dengan maksud untuk mengurangi dampak kelemahan dari sistem autentikasi yang ada pada setiap aplikasi, karena dengan SSO akan menghilangkan permintaan authenticaton lagi ketika user mengganti aplikasi selama session berlaku.

Beberapa Produk opensource SSO yang ada :
* Yale CAS. Originator: Yale University: http://www.yale.edu/tp/auth/.
* Washington Pubcookie. Originator: Pubcookie Team originally from the University of Washington:
http://pubcookie.org/.
* Stanford WebAuth. Originator: Stanford University http://webauthv3.stanford.edu/.
* Michigan Cosign (cf. also Michigan KX.509). Originator: University of Michigan:
http://www.umich.edu/~umweb/software/cosign/.
* X.509 certificates via Kerberos (KX.509). Originator: University of Michigan:
http://www.umich.edu/~x509/.
* A-Select. Originator: Surfnet (Netherlands): http://a-select.surfnet.nl.

Splunk log monitoring

bagi seorang sys admin, salah satu tugas utama yang harus dilakukan adalah memantau log (catatan kejadian) yang ada pada suatu server apalikasi. Menjadi problem apabila yang dikelola oleh seorang sysadmin tersebut terdiri dari beberapa aplikasi server, misalkan web server, mail server dan proxy server, dan yang diinginkan adalah pemantauan secara realtime, sehingga apabila muncul suatu problem dapat segera ditelusuri masalahnya melalui log yang ada

SPLUNK, menurut saya adalah saalah satu solusi yang dapat digunakan untuk lebih mempermudah dalam melakukan monitoring log. Splunk akan merekam semua data log dari server yang dilakukan monitoring dan kemudian dilakukan proses indexing. Tujuan dari proses indexing ini tentunya akan mempermudah dalam proses pencarian (search) untuk menemukan permasalahan yang terjadi dalam system.

Saya sudah mencoba melakukan instalasi yang free untuk linux debian, namun tersedia juga untuk OS yang lain, free bsd, solaris bahkan linux. Dari produk yang free ini kita sudah dapat mencoba melakukan monitoring dan indexing log namun hanya dibatasi sebesar 500 MB, lumayannnn lah. Fitur SSO melalui LDAP pun sudah tersedia tetapi untuk produk yang berbayar.

http://coverall.splunk.com/web_assets/v5/product/diagrams/diagram_scaling.png

Harapan kita dengan penggunaan splunk ini akan mengurangi down time system, cepat menganalisa kejadian (report) berdasarkan log yang ada sehingga mempermudah dalam pengambilan keputusan. cheeer…

Sudah 2 minggu ini saya tertulari “demam” facebook dikarenakan istri saya mulai gandrung ngenet dan asyik dengan facebook. Saya memang belum sign in facebook, tetapi melihat istri saya serasa “reuni maya” dengan teman-teman smp8 dan sma5 …..hemmm searasa saya ikut reuni maya juga nih. Kenapa ???? jawab singkatnya teman-teman smp & sma istri saya ….juga teman saya je….he….heee…..

Ini hasil kiriman foto rekan di group “SMP 8 Yogyakarta Lulusan 1989″
cah-cah cowok loro-enem angkt 89
Kelas II.6 di depan lab. fisika, 1988
In this photo: Hery Suryanto, Eresendi Winaharta, Lukas ‘Uki’, Agung Dwi Saputro, Stephanus, Ery, Daniel, Cahyo Widayat, Henry, alm.Herno, Nur Muh.Arianto, Krisbudiharjo, Novang, Sugiyo Mulyo, Tindyo Prasetyo, Muh. Iqbal, Haris Darmawan, Agung Wibowo. Thx ya mbak Amalia Kuswandani
cah-cah cewek loro-enem angkt 89
In this photo: Dyah Purnamawati, Nurdewi Wijayanti, Sulistyorini, Engelin Endah, Dyah Retnani, Heni Lismiawati, Woro Lis (photos | remove tag), Eny Wahyuningsih, Hartanti Agustin, Sri Roviana, Indrasto (cowok looo), Siti Ismudiati, Amalia Kuswandani (photos), Goei Hwa Nio, Ida Narolita, Cut Nila Nurilani Jacob, Indra Mardhiyana, Wida Gunandarsih, Chandra Dewi

Menarik…..kalau anda sempat melihat sebuah tayangan “Apa kabar Indonesia” pukul 8.30 pagi tanggal 16-12-2008, yang mewancarai 2 siswa smp di Jakarta (waduh telat nontonnya…..smp mana yah ?) pemenang inovasi pengembangan software (perangkat lunak) tingkat internasional. Mereka didampingi seorang guru pembimbingnya dan seorang perwakilan dari institusi (lembaga) Internasional yang membuat kompetisi tsb. Yang bikin penasaran lagi….lembaga internasional tersebut langsung menyatakan siswa tsb akan mendapatkan beasiswa sampai S3 …..hupss …luar negeri pula.
Apa kabar Indonesia

Continue Reading »

Cyber PR mungkin masih asing kedengarannya, tidak seperti cyber Law, cyber news, ataupun cyber criminal yang sudah sukup ngetren di telinga kita. Singkat cerita untuk laporan akhir saya bulan, saya tengok statistik kunjungan official site UGM . Ternyata peselancar banyak mengakses Analisis pak Sudibyakto mengenai kejadian puting beliung di UGM, total sampai saya menulis artikel, sebanyak …2516.GA-rilis-sudibyakto

Continue Reading »

obama web-2-winner

Anak Muda itulah salah satu pangsa pasar yang digarap oleh tim sukses Obama secara serius. Berbicara orang muda biasanya mereka independen, dan pastinya “melek Internet”.  Mereka (Salah satu tim sukses/ Chris Hughes 24 tahun ) menggunakan jasa mesin penyebar pesan yang cukup ampuh, Facebook, MySpace, Twitter, dan Plurk. Tak hanya itu Youtube, milis, forum diskusi-pun mereka garap, jadi boleh dikatakan anggota jejaring situs juga ikut berperan walau tak nampak. Melalui situs jejaring sosial ini triliunan rupiah dana kampanye berhasil digalang oleh para sukarelawan. Mungkin cukup sederhana mereka  mencoba mengirim email alias surat elektronik dan menelepon sahabat agar ikut pertemuan mendukung Obama, sampai di tingkat RT atau kelurahan.

Continue Reading »

Older Posts »